Showing posts with label Pemerkosaan. Show all posts
Showing posts with label Pemerkosaan. Show all posts

Sudah Diperkosa, ABG Itu Malah Dikeluarkan dari Sekolah

Sudah jatuh tertimpa tangga, inilah yang dialami seorang siswi SMP di Situbondo, Jawa Timur. Dia menjadi korban rudapaksa atau pemerkosaan orang yang baru dikenalnya. Namun korban malah dikeluarkan tanpa alasan yang jelas.
 

R, siswi sebuah SMP negeri di Situbondo menjadi korban rudapaksa oleh I, pria yang baru dikenalnya di sebuah terminal.

Menurut remaja 14 tahun itu, dia pertama kali berkenalan dengan pelaku di terminal setelah pulang sekolah. Setelah berkenalan, I menawarkan jasa untuk mengantar pulang korban.


Korban menerima saja tawaran pelaku, namun ternyata dia tidak diantar pulang melainkan dibawa ke sebuah pegunungan kapur di Desa Capore, Kecamatan Kota Situbondo.


Setelah merudapaksa siswi kelas 9 ini, pelaku kemudian mengantar korban ke kembali ke terminal dan langsung melarikan diri.


Yuniarwati, orangtua korban, mengaku hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi.


Setelah mendengar kabar itu, pihak sekolah tiba-tiba memberikan surat yang berisi R sudah tidak menjadi siswa sekolah itu lagi.


Namun kepala sekolah, Herry Sofjjan, membantah telah memberhentikan R. Menurutnya korban keluar dengan inisiatif sendiri. Sementara itu jajaran Polres Situbondo belum menetapkan tersangka dalam kasus ini

Wow, Lebih dari Ribuan Wanita Diperkosa Setiap Hari

Sebuah studi baru mendapati kekerasan seksual terhadap perempuan di Republik Demokratik Kongo jauh lebih parah dibandingkan dugaan semula. Sebanyak 1.152 wanita di Kongo diperkosa setiap harinya, berarti 48 wanita per jamnya. Hal ini tidak ayal menjadikan negara di Afrika ini menjadi negara paling berbahaya untuk ditinggali wanita


Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (11/5), angka yang diperoleh berdasarkan penelitian Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini 26 kali lipat lebih tinggi dari pada angka yang dikeluarkan oleh PBB. Sebelumnya, menurut PBB, diperkirakan terdapat 16.000 kasus perkosaan setiap tahunnya.

Untuk memperoleh angka ini, institut John Hopkins melakukan survei dengan cara wawancara empat mata korban kekerasan seksual Kongo. Michelle Hindin, profesor spesialis kekerasan gender di institut ini mengatakan, angka ini seharusnya bisa lebih besar lagi, karena beberapa dari korban enggan menceritakan pengalaman mereka.

Hasil survei ini akan dipublikasikan di Jurnal Kesehatan Publik Amerika Serikat, Juni mendatang. Survey menunjukkan lebih dari 400.000 wanita telah diperkosa di Kongo selama rentang waktu 12 bulan pada 2006 dan 2007.

Kongo, negara berpenduduk 70 juta orang ini, sejak puluhan tahun dirusak oleh perang saudara. Beberapa kelompok militan pemberontak menggunakan pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya sebagai salah satu taktik perang.
Tindakan ini dilakukan untuk menimbulkan rasa takut, malu, dominasi tentara, maupun untuk memaksa sebagian orang meninggalkan komunitas mereka.

Sadis!! Setelah Gagal Memperkosa, Perampok Tembak Perut Ibu Hamil

Tragis benar suratan takdir yang dialami Surati (33), warga Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau. Wanita yang sedang hamil 5 bulan itu nyaris saja diperkosa oleh perampok yang memasuki rumahnya pada Jumat (22/1)  sekitar pukul 01.30 WIB.


Belum sempat menguras harta dan benda yang ada di rumah, perampok itu tergiur dengan kemolekan tubuh Surati dan berniat memperkosanya. Pelaku sempat membekap mulut korban dengan tangannya. Korban berontak dan melepaskan cengkeraman pelaku sambil berteriak minta  tolong. Takut warga berdatangan setelah mendengar teriakan korban.Dengan susah payah Surati melawan meski sedang hamil tua. Akibatnya, sang perampok kesal dan memuntahkan peluru ke  perut Surati yang sedang mengandung itu. Korban yang bersimbah darah, dilarikan suaminya,  Erwin (31), dibantu warga ke rumah sakit.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis SIk, melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap, yang  dikonfirmasi menyebutkan bahwa petugas sudah melakukan olah TKP. “Lima orang saksi yang  merupakan tetangga korban, sudah kita mintai keterangannya. Sementara suami korban belum  kita mintai keterangannya, karena masih shock,” terang Nadapdap.
Untuk korban sendiri, lanjut Nadapdap, masih dirawat intensif di RS dr Sobirin, LubukLinggau. Mengenai senpi yang digunakan pelaku, Nadapdap menduga berjenis kecepek dan aparat belum memastikan motif kejahatan yang terjadi, apakah hanya ingin memperkosa atau merampok. ”Untuk motifnya, dugaan sementara pelaku hendak memerkosa korban. Belum ada barang-barang berharga korban yang hilang,” pungkas Nadapdap.

Warga yang ditemui di TKP juga mengaku tidak sempat mengenali pelaku. Ada yang menyebutkan pelaku bercelana pendek dan menutup wajahnya dengan baju seperti ninja agar tidak bisa dikenali korban.
Diduga pelaku berhasil menyelinap masuk ke dalam rumah korban setelah merusak dinding papan dan gembok pintu. Rumah korban yang lokasinya berjauhan dengan tetangga sehingga pelaku dengan leluasa bisa melakukan aksinya. Warga berdatangan setelah dikejutkan oleh suara letusan dan teriakan meminta tolong. Namun, belum sempat warga datang, pelaku sudah melarikan diri. (Jawa Pos)