Foto Model Philipina Yang Seksi Abies

Philipina merupakan sebuah negara yang kaya akan cewek - cewek cantiknya,lho. Apalagi para SPG yang notabene memang cantik dan seksi abies. apakah hal tersebut benar. Silakan simak sendiri








Aksi Nekat ABG Jaman Sekarang, Agak BB++

Indonesia sekarang mempunyai budaya tanpa punya malu. Baik itu para koruptor maupun aksi - aksi abg jaman sekarang yang makin nekat. Kegiatan seks bebas dan prostitusi hampir menyebar di semua kalangan. salah satunya adalah abg berikut yang tanpa malu memfoto dirinya dalam keadaan menampilkan auratnya
















Finlandia Menyerah 0-2 dari Belanda

Belanda semakin mulus melangkah ke putaran final Piala Eropa 2012 setelah membekuk Finlandia. Bertandang ke di Stadion Helsingin Olympia, Helsinki, Selasa (6/9/2011), Finlandia menyerah 0-2.

 
Meski bermain di kandang lawan, Der Oranje mampu mendominasi permainan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Der Oranje, memaksa barisan pertahanan Finlandia pontang-panting.
Gol pertama Belanda tercipta pada menit 29 berkat kejeniusan Wesley Sneijder yang melihat posisi Kevin Strootman yang tak terkawal. Umpan lambung Sneijder ke dalam kotak penalti Finlandia dengan sempurna diselesaikan oleh Strootman. SKor 0-1 untuk keunggulan Belanda bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada menit 60, Finlandia harus bermain dengan 10 menit. Perparim Hetemaj diusir keluar lapangan setelah menerima dua kali kartu kuning.
Unggul jumlah pemain, membuat Der Oranje semakin menguasai permainan. Berkali-kali peluang emas tercipta.

Namun, gol tambahan bagi Belanda baru tercipta pada masa injury time. Menjelang akhir pertandingan, Luuk de Jong mencatatkan namanya di papan skor. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap 0-2 untuk kemenangan Belanda

Buaya Raksasa Pembunuh Ditangkap di Filipina

Seekor buaya raksasa berukuran 6,4008 meter, yang dikhawatirkan akan menyerang warga desa berhasil ditangkap setelah perburuan selama tiga minggu.


Seperti dilansir The Sun, bahwa buaya raksasa pemangsa ini yang memiliki berat sekitar satu ton, terperangkap dalam sebuah sungai di Bunawan, di Filipina, pada Sabtu (3/9/2011) malam. ”Ini adalah salah satu dari buaya terbesar yang pernah ditangkap hidup-hidup di negara ini,” ungkap seorang warga.

Dilaporkan, puluhan penduduk setempat dan staf sebuah peternakan buaya menyiapkan perangkap untuk menangkap rakasa setelah mendapatkan laporan dari sejumlah warga bahwa desanya mendapat serangan buaya ganas.

Reptil ini diduga membunuh seorang nelayan secara tragis, yang hilang pada bulan Juli lalu.
Buaya raksasa pembunuh itu, direncakan akan dimasukkan ke dalam sebuah taman ekowisata di selatan Filipina.

Walikota Cox Elorde mengatakan bahwa ini akan mengubahnya "dari ancaman menjadi aset". Sekitar 100 orang harus menarik buaya dari sungai dengan derek mengangkatnya ke dalam truk.

Jacksen: Pergunakan Anugerahmu, Boaz Solossa!

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago berharap kehadiran Boaz Solossa di Timnas Indonesia saat menjamu Bahrain, Selasa (6/9/2011) mendatang, akan berdampak positif. Dia meminta Boaz memaksimalkan bakatnya untuk membantu tim Merah Putih meraih kemenangan di putaran ketiga Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia.

 
"Harapanku, Boaz menggunakan anugerah yang Tuhan berikan kepadanya sebaik mungkin dalam partai (lawan Bahrain) nanti," kata Jacksen, dilansir Supersoccer.
Jacksen memang tahu betul kemampuan Boaz. Pria asal Brasil itu berjasa dalam memberikan dua gelar juara Djarum ISL kepada Persipura Jayapura, yakni musim 2008/2009 dan 2010/2011.

Karena itu, Jacksen tahu betul kemampuan Boaz. Menurut dia, Boaz adalah pemain yang dianugerahi talenta yang luar biasa. Topskor Djarum ISL musim lalu itu tak hanya tangguh dalam menyerang, tapi juga kokoh mehanan laju serangan lawan. Di samping itu, skill Boaz di atas rata-rata pemain lain.

"Dia mampu memecahkan konsentrasi lawan dan menjadi pengumpan yang baik buat Christian Gonzales dan gelandang yang muncul (secara tiba-tiba)," kata Jacksen.
Bergabungnya kembali tiga pemain Indonesia, Ahmad Bustomi, M Nasuha, dan Ricardo Salampessy juga akan semakin menyolidkan timnas senior.

"Ketiganya akan memberikan kekuatan ekstra. Ricardo sangat tenang dan taktis dalam membaca permainan lawan. Nasuha baik dalam menyerang dan tangguh dalam bertahan. Sedangkan Bustomi punya umpan dan gerakan dalam meng-cover pertahanan yang baik," jelas Jacksen.

Ketua Umum PSSI Pasrah Jika Indonesia TerKena Sanksi FIFA

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husain mengaku pasrah dan tidak tahu mau berbuat apa setelah melihat laga Indonesia kontra Bahrain dihentikan. Djohar hanya bisa mengatakan malu dengan kejadian tersebut karena ini menyangkut nama besar bangsa Indonesia.


"Ini tentu sangat memalukan, kami sebelumnya sudah memperingatkan suporter agar tidak menyalakan petasan selama pertandingan berlangsung tapi toh akhirnya terjadi juga," kata Djohar dengan muka agak pucat di tempat duduk VVIP Stadion Gelora Bung Karno setelah pertandingan selesai.

Djohar bahkan mengaku pasrah bila akhirnya Indonesia mendapat sanksi dari Federasi Sepakbola Dunia FIFA atas kejadian dihentikannya pertandingan tersebut. Djohar mengaku masih akan memikirkan langkah yang tepat agar Indonesia tak kena sanksi. 

"Semoga saja kami tidak mendapatkan sanksi apa-apa, kami masih akan mempelajari langkah yang tepat agar Indonesia tidak mendapat sanksi.Kami juga mengimbau agar suporter tidak lagi melakukan hal seperti ini," ujar Djohar dengan raut muka agak pucat.

Indonesia Versus Bahrain, Indonesia Kalah, Suporter Kecewa

Kekalahan timnas Indonesia atas Bahrain 0-2 dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E sangat mengecewakan para suporter yang datang dari berbagai daerah. "Lima ratus ribu buat dua kosong, kita cukup kecewa," kata Anindya, salah seorang penonton, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9) malam.


Kekalahan timnas Indonesia juga diwarnai dengan aksi tidak sportif dari suporter. Suporter melemparkan petasan dan botol ke lapangan hingga membuat pertandingan sempat dihentikan 15 menit. 

Tindakan suporter yang memalukan ini bukan tak mungkin akan merugikan Indonesia. Sebab, FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia bisa menjatuhkan sanksi yang membuat Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah pertandingan manapun.