Microsoft Nilai Nokia Lumia 800 Ponsel Windows Sejati

Nokia baru saja meluncurkan smartphone Lumia 800 yang memakai OS Windows Phone. Dengan pede Stephen Elop selaku CEO Nokia menyebutnya sebagai ponsel Windows yang sejati, sebuah klaim yang disetujui Microsoft. 


Nokia agaknya ingin membedakan handsetnya dengan produk vendor lain yang juga memakai Windows Phone seperti Samsung dan HTC. Wajar saja, Nokia menggantungkan harapannya pada Windows Phone untuk dapat kembali bertaji di pasar smartphone.

Microsoft yang juga berharap banyak pada Nokia mendukung klaim Nokia bahwa Lumia 800 adalah ponsel Windows sejati. Dukungan ini mungkin bisa membuat vendor lain yang turut mengadopsi Windows Phone dianaktirikan.

"Ketika dia (Elop-red) mengatakannya aku merasa sangat antusias dan positif. Ini adalah tentang semua hal yang mendukung ponsel tersebut, kampanye iklan, koneksi pada konsumen, dan merek yang benar-benar mendukungnya," ucap Joe Belfiore selaku Head of Windows Phone.

"Kukira apa yang akan dilakukan Nokia akan cukup berbeda dengan apa yang telah dilakukan manufaktur lain terhadap Windows Phone.

Menurut Joe, vendor handset lain lebih fokus pada Android sedangkan Nokia benar-benar mengutamakan Windows Phone. Nokia dikatakannya memiliki kualitas hardware yang bagus, standar kualitas yang sangat tinggi serta desain visual yang membuat Windows Phone menjadi berbeda.
mengklaim hal tersebut," tambahnya, dikutip

Orangtua Tolak Pendidikan Seks Karena Anak Bakal Tahu Sendiri

Banyak orangtua enggan menjelaskan tentang seksualitas kepada anaknya karena beranggapan anak akan tahu dengan sendirinya setelah dewasa. Padahal hal ini justru dapat membuat anak memperoleh informasi yang salah dan menyesatkan.


'Seks adalah sesuatu yang alami'. Seringkali orangtua mengatakan hal ini kepada anak-anak yang beranjak remaja ketika anak-anak mulai bertanya mengenai seks khususnya bila anak perempuan mengalami haid pertama atau anak lelaki mengalami mimpi basah.

Banyak orangtua enggan, malu atau tabu menjelaskan tentang seksualitas kepada anak-anaknya sehingga beranggapan bahwa anak-anak akan tahu dengan sendirinya setelah dewasa.

"Kebisuan tentang seks dalam keluarga sangat mungkin karena banyak orangtua juga tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang seksualitas manusia. Kalaupun mereka cukup memadai pengetahuan seksualitasnya, namun seringkali tidak tahu bagaimana menyampaikan secara tepat kepada anak-anaknya," jelas Irwan M. Hidayana, MA, dari Pusat Kajian Gender dan Seksualitas FISIP UI, dalam acara National Symposium and Workshop on Sexology 2011

Sementara dalam era globalisasi, beragam informasi tentang seksualitas dapat dengan mudah diperoleh oleh kaum remaja, termasuk informasi yang salah dan menyesatkan.

Menurut Irwan, cukup banyak survei yang telah memperlihatkan bahwa pengetahuan remaja tentang seksualitas dan reproduksi masih terbatas dan lebih sering mereka mendapatkan informasi dari kelompok sebaya dan media massa.

"Norma-norma seksual 'tradisional' mendapatkan tantangan dari dinamika seksual era globalisasi. Sebagian norma, menurut saya, menjadi mitos seksual yang perlu dibongkar karena menyebabkan masyarakat tidak memiliki pengetahuan seksualitas yang benar dan memadai. Mitos-mitos itu membuat masyarakat menjadi hipokrit, memaki dan menghujat atas nama moral apabila ada skandal seks, tetapi diam-diam mengintip dan menikmati skandal seks itu," jelas Irwan.

Secara khusus, Irwan menyatakan memberikan pendidikan seksualitas komprehensif (menyeluruh) kepada remaja menjadi hal yang tidak dihindari kalau kita ingin membongkar mitos-mitos tersebut dan membentuk remaja yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksualnya.
di Hotel Le Meridien, Jakarta, Sabtu (29/10/2011).

Foto Perawat China Yang Montok Dan Seksi

Buat kamu yang suka dengan cewek - cewek Asia berkulit putih dan berdarah Cina. Enggak salah kalau kamu masuk kesini. Berikut ini adalah beberapa koleksi foto seksi cewek - cewek Cina berseragam perawat. Foto - foto ini di download langsung dari negeri tirai bambu melalui Google hongkong.








Malaysia Caplok Lagi Wilayah Indonesia

Wakil Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR RI T.B. Hasanuddin mengungkapkan informasi intelijen yang menyatakan bahwa Malaysia kembali mencaplok wilayah Indonesia di kawasan Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat. Patok perbatasan di wilayah ini telah mundur sekitar 3,3 kilometer. 


"Saya dapat informasi intelijen bahwa ada patroli Polisi Diraja Malaysia yang masuk wilayah diklaim itu wilayah Malaysia. Sekarang disebut Dusun Camar Bulan Kabupaten Sambas," ujar Hasanuddin kepada wartawan di gedung DPR hari ini, 10 Oktober 2011.

Hasanuddin mengatakan informasi tersebut menyebutkan patok tanda batas wilayah Indonesia telah bergeser sejauh 3,3 kilometer dan menyebabkan hilangnya wilayah seluas 1.500 hektare lebih. "Jadi, di satu sisi kita hilang hampir 1.500 hektare, di satu sisi garis pantai," ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan berdasarkan tiga peta peninggalan zaman kolonial, wilayah Tanjung Datu dan Camar Bulan merupakan wilayah Indonesia.

"Di Camar Bulan sudah jelas acuan dasar hukumnya peta Belanda Van Doorn tahun 1906. Ada peta Samba Borneo buatan Belanda. Termasuk patok-patoknya. Ada peta buatan pemerintah Inggris, peta Federal Malay State tahun 1935. Itu ada titik-titik, patok-patok. Itu dibuat antara Belanda dan Inggris. Ternyata sekarang patok itu kok bisa berubah dengan kurang lebih 3,3 kilometer," ujarnya panjang lebar.

Selain ketiga peta itu, Hasanuddin mengatakan terdapat dua perjanjian perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Namun keduanya belum diratifikasi oleh pemerintah Malaysia. "Ada MoU Border Committee 1976 lalu dilanjutkan MOU antar-pemerintah Indonesia dan Malaysia, yaitu Border Commitee 1978 Semarang. Selesai itu tidak ada," katanya.

Hasanuddin mengatakan sampai saat ini, Malaysia sudah membuat tempat di Tanjung Datu sebagai kawasan konservasi penyu. Selain itu, ada juga taman nasional yang dijadikan sebagai daerah wisata bertaraf internasional, serta dua buah mercusuar.

"Saya mencoba investigasi dari temuan-temuan itu, kelihatannya ada kesalahan besar pada tim border committee. Dia tidak mengikuti peta-peta itu atau ada kelalaian atau ada kesengajaan. Itu perlu kita perdalam karena tidak boleh menggadaikan untuk kepentingan pribadi," ujarnya.

Hasanuddin memperkirakan bangunan-bangunan itu sudah berdiri sekitar lima tahun. Dia menyesalkan hal itu. "Saya sudah telepon beberapa lembaga. Sangat disesalkan karena Bakorsurtanal juga tidak jeli. Deplu akan mengidentifikasi hal ini," tuturnya.

Kisah Seorang Ibu Guru Cantik Yang Malang Di Penjara Akibat Penganiayaan

Malang benar nasib guru honorer di SD Negeri Regol 13 Kiansantang, Garut, Jawa Barat ini. Namanya Vini Novianti (33). Dia kini tengah mendekam di Rutan Garut.


Wanita berjilbab itu dijerat pasal 351 ayat 1 KUHAP tentang penganiayaan. Hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan mengancamnya.

Guru berparas ayu ini harus bertanggung jawab atas perbuatannya melemparkan pasir bercampur kerikil ke muka seorang pengembang perumahan, Ee Syamsuddin pada 6 Juni yang lalu.

Yang menyedihkan, tak ada satu pun saksi meringankan yang diperiksa polisi untuk guru cantik ini. Meski demikian, berkas perkaranya terlanjur dilimpahkan ke kejaksaan. Berkas itu kemudian dinyatakan lengkap dan jaksa langsung menahan ibu dua anak ini. Pada Senin 10 Oktober 2011 ini, Vini kembali dipaksa menduduki kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Garut untuk kedua kali terkait kasusnya.

Vini mengaku sempat mengajukan keberatannya kepada jaksa. “Saya datang ke kejaksaan, tadinya meminta jangan dulu diproses berkas saya. Karena ada saksi yang melihat secara langsung, tapi tidak di BAP oleh polisi,” kata Vini.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Yayat mengatakan pengakuan Vini itu tidak benar. Dia mengaku para penyidiknya sudah memberi kesempatan kepada Vini untuk mengajukan saksi-saksi yang meringankan. “Sampai beberapa kali kesempatan, sampai kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan tidak ada juga saksi itu,” kata Yayat, Minggu (9/10/2011).

Yayat pun membantah tudingan bahwa polisi sengaja tidak memeriksa saksi yang meringankan Vini itu. Buktinya, saat diajukan ke kejaksaan, tidak ada petunjuk untuk melengkapi berkas perkara itu dengan saksi yang menguntungkan Vini. Berkas itu malah dinyatakan lengkap. “Kalau ada petunjuknya, kami pasti akan lengkapi. Ini kan tidak ada petunjuk seperti itu. Berkas sudah dinyatakan P21 (lengkap),” kata dia.

Menurut Yayat, jika benar-benar memiliki saksi yang meringankan, maka Vini mempunyai waktu panjang untuk mengajukannya ke penyidik kepolisian saat itu. Pasalnya, proses penyidikan kasus ini di kepolisian terbilang lama. “Laporan kasus itu dibuat pada 6 Juni, dilimpahkan ke jaksa 18 Agustus, dan dinyatakan P21 pada 19 September,” kata Yayat.

Selain itu, tambah dia, Kepolisian juga sudah melakukan upaya mediasi antara Vini dengan Ee Syamsudin. Namun, upaya itu gagal total. “Haji Ee tak mau damai, dan Ibu Vini menyatakan siap jika kasus ini diteruskan ke pengadilan,” kata dia.

Pagi nahas

Derita Vini itu berawal pada 6 Juni 2011 lalu. Sekitar pukul 09.00 WIB, Ee datang menanyakan cicilan rumah Vini di Kompleks Bale Kembang, Kelurahan Kota Kulan, Garut. Cerita itu disampaikan oleh suami Vini, Yadi Mulyadiono.

“Gimana untuk masalah rumah? Jangan cari masalah!” kata Yadi menirukan bentakan Ee.

Yadi semula tidak menanggapinya dan memilih masuk ke dalam rumah. Vini yang berada di dalam, bertanya kepada suaminya hal-ihwal keributan itu. Yadi pun mengatakan kepada istrinya itu bahwa Ee menagih cicilan rumah mereka.

Mendengar penjelasan sang suami, Vini kemudian keluar menghampiri Ee. Lantas, terjadi adu mulut di antara mereka. Vini, menurut Yadi, didorong Ee Syamsuddin hingga terjatuh. “Di bawah itu ada bekas pasir yang diayak. Lalu, Vini melempar kerikil-kerikil itu ke Ee, mengenai dahi dan mukanya,” kata Yadi.

Ee luka lecet dan memar di dahi. Dia kemudian melaporkan Vini atas tuduhan penganiayaan ke Polsek Garut Kota. Setelah melapor, dia juga memeriksakan dan memvisum lukanya ke Rumah Sakit Guntur, Garut.

Wakapolsek Garut Kota AKP Junaidi Umar mengatakan polisi sudah berusaha mendamaikan keduanya. Namun gagal total karena Ee tidak mau menempuh jalur mediasi. Dia tetap ngotot agar kasus tersebut diproses secara hukum. Justru, kata Junaidi, Ee menuduh polisi bermain mata dengan Vini sehingga tidak serius memproses kasus ini.

Karena itu, Polsek Garut Kota akhirnya melengkapi berkas dan menyampaikannya ke kejaksaan. Tak lama berkas sampai di kejaksaan, kasus langsung dinyatakan P21 alias lengkap. Pada waktu penyerahan berkas dan tersangka dari kepolisian pada 19 September lalu, kejaksaan langsung menahan Vini.

Sikap keras jaksa

Kepala Kejaksaan Negeri Garut Wisnaldi mengatakan penahanan terhadap Vini sudah sesuai prosedur. Wisnaldi mengaku khawatir Vini akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri jika tidak ditahan.”Di sana disebutkan bahwa tersangka yang dijerat dengan pasal 351 dapat dilakukan penahanan,” kata Wisnaldi, Jumat 7 Oktober 2011.

Wisnaldi juga mengatakan, pihaknya memproses kasus tersebut berdasarkan berita acara pemeriksaan yang dilakukan Kepolisian Sektor Garut. “Kalau di BAP kami lihat, melempar korban dengan pasir yang bercampur krikil ke arah muka korban yang menyebabkan korban terluka,” ucapnya.

Namun, Wakapolsek Garut Kota Ajun Komisaris Polisi Junaidi Umar berpendapat sebaliknya. Sebelumnnya polisi tidak melakukan penahanan kepada Vini. “Alasannya, karena kasus ini tidak terlalu berat. Tersangka kooperatif, saat dipanggil datang. Tidak mungkin menghilangkan barang bukti, karena hanya kerikil,” kata Junaidi.

Selain itu, Vini juga merupakan seorang ibu yang mempunyai dua orang anak, dan pekerjaannya jelas. “Jadi itu dasar-dasar polisi tidak menahan,” tutur Junaidi.

Dukungan mengalir

Kasus ini mengundang keprihatinan warga Garut, terutama, para siswa Vini. Para siswa menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama pada Rabu lalu, 5 Oktober 2011, agar ibu guru mereka dibebaskan polisi. Suasana haru diwarnai isak tangis para siswa pun pecah ketika salah seorang guru SDN Regol memimpin doa bersama.

Pada Kamis 6 Oktober, para siswa juga menulis surat ke bupati, jaksa, hakim, agar Vini dibebaskan. Surat itu mereka serahkan kepada pengacara Vini, Kusnadi.

Kasus yang menimpa Vini mendapat perhatian khusus. Pasalnya, di sekolah tempatnya mengajar, terdapat anak Komandan Kodim, Bupati, Wakil Bupati, dan jaksa. Sekolah ini memang merupakan sekolah favorit di Garut.

Wanda, salah satu siswa SD Negeri Regol 13, mengatakan selama Vini ditahan tiga pekan, kegiatan belajar-mengajar siswa kelas VI SD terganggu. Vini merupakan guru bahasa Inggris dan tak ada yang menggantikannya. “Tidak ada yang mengajar,” kata Winda, Jumat.

Di mata siswa, Vini termasuk guru yang cerdas dan dekat dengan para muridnya. “Dia tidak pernah membentak,” kata Wanda. “Ibu Vini ini paling mengerti di antara yang lain. Bahkan banyak para siswi yang sering curhat.”

Istri Wakil Bupati, Rani Dicky Chandra, turut angkat suara. Menurut dia, penahanan Vini dapat membawa pengaruh buruk bagi psikologi siswa. “Karena yang namanya orang dipenjara, konotasinya negatif buat siswa,” katanya. “Karena yang dipenjara itu biasanya orang jahat.”

Bersama orangtua murid lain, Rani menyatakan akan menggelar aksi solidaritas pada sidang kedua Vini, Senin mendatang. “Untuk memberikan dukungan moril,” katanya.

Aksi solidaritas juga dilakukan para siswa SMKN 1 Garut. Mereka melakukan istigosah dan penggalangan dana untuk Vini. Rencananya, dana itu akan mereka sumbangkan sebagai uang jaminan dan meringankan beban Vini.

Selain itu, forum guru di Garut juga akan menyumbangkan uang Rp10 juta untuk meringankan masalah Vini. Bupati Aceng HM Fikri tak ketinggalan juga memberikan bantuan pendampingan hukum.

Cewek - Cewek Yang Menggoda Hati

Siapa orang yang tidak akan tergoda oleh kecantikan cewek - cewek ini. Wajahnya yang cantik membuat banyak para lelaki berdecak kagum. mungkin salah satunya adalah anda






Unik, Bongkar Pasang Wajah Agar Mirip Superman

Seorang pria menjalani bedah plastik kosmestik karena terobsesi dengan Superman. Tak hanya satu kali operasi, ia bahkan menjalani proses ekstrem dengan beberapa operasi alias ongkar pasang di berbagai bagian tubuh agar dapat tampak sempurna seperti tokoh idolanya Superman. 

Herbert Chavez (35 tahun) pria asal Filipina ini sangat terobsesi dengan tokoh fiksi Superman. Tak hanya mengoleksi berbagai barang bergambar dan berbentuk Superman, ia juga mengubah bentuk wajah dan tubuhnya melalui operasi plastik agar terlihat sempurna seperti Superman.

Chavez yang bekerja sebagai pelatih ini pertama kali menjalani operasi tahun 1995. Dilansir Huffingtonpost, Senin (10/10/2011), Chavez mengaku telah melakukan beberapa operasi, yaitu:
  1. Augmentasi atau pembesaran hidung (rhinoplasty)
  2. Dagu (untuk operasi sumbing)
  3. Suntik silikon di bibir
  4. Implan paha.

Selain itu, ada beberapa operasi lain yang konon juga dilakukan Chavez setelah melihat perbedaan foto sebelum dan sesudah operasi, yaitu:

  1. Operasi mata
  2. Augmentasi pipi
  3. Augmentasi rahang.




Menurut laporan sebuah berita lokal Filipina, Chavez memiliki gangguan tubuh dismorfik (Body Dysmorphic Disorder atau BDD), yang membuatnya kompulsif atau kecanduan menjalani operasi plastik. Gangguan ini membuat penderitanya tidak pernah puas dengan penampilan fisiknya.

Entah benar atau tidak, tapi Chavez jelas sangat terobsesi dengan tokoh Superman. Bila masuk ke kamarnya, maka orang bisa melihat bahwa semua barang-barangnya bergambar atau berbentuk Superman, mulai dari tempat tidur, dekorasdi dinding, bahkan yang ada patung besar berbentuk tokoh pahlawan Superman.

Operasi plastik memang bisa mengubah penampilan seseorang, tapi sebaiknya Anda harus mengingat risiko yang ditimbulkan bila operasi dilakukan berkali-kali dan di beberapa bagian. Pertimbangkan risiko atau komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari operasi plastik seperti perdarahan yang berlebihan atau infeksi pada lokasi (luka) bedah.

Dalam beberapa kasus, orang yang melakukan operasi plastik karena memiliki persepsi realistis dari fiturnya yang dalam kondisi medis dikenal dengan gangguan tubuh dismorfik (body dysmorphic disorder).

Jika pasien sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan, maka seorang ahli bedah biasanya akan merekomendasikan pasien untuk melakukan konseling dan membicarakan seberapa perlu dirinya melakukan operasi plastik.

Namun hal ini akan menjadi sangat sulit, terutama jika pasien sebelumnya telah melakukan banyak operasi plastik di tubuhnya. Jika hal ini terjadi maka terapi fisiologis kemungkinan dibutuhkan.

Cara terbaik untuk mencegah kecanduan operasi plastik adalah menghentikannya sebelum benar-benar terjadi. Operasi plastik bukanlah suatu hal yang buruk, tapi jika dilakukan terus menerus dan mengubah banyak hal bisa menjadi sesuatu yang buruk. Seseorang harus tahu kapan dirinya membutuhkan operasi plastik dan kapan tidak.