Modus Rekayasa Daging Babi Menjadi Daging Sapi

Mahalnya harga daging sapi menyebabkan beberapa orang mencoba memutar otak mencari keuntungan walau cara yang ditempuh membuat rugi orang lain. Inilah tipikal pengusaha yang layak disebut kriminal, meraup keuntungan diatas penderitaan orang lain.

Inilah praktek curang sebuah depot makanan Noodle di Cina yang memanipulasi daging babi menjadi daging sapi dengan cara-cara yang sangat membahayakan konsumen yang mengkonsumsinya. Walau di negeri tirai bambu Cina penduduknya bukan mayoritas muslim melainkan (non muslim) dimana menyantap makanan yang mengandung babi adalah haram bagi seorang muslim, namun tetap saja manipulasi daging babi menjadi baging sapi ini berbahaya bagi yang menyantapnya, karena digunakannya bahan-bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker berbahaya bagi tubuh.


 
Proses manupulasi ini hanya membutuhkan waktu 90 menit menggunakan beberapa bahan kimia berbahaya bagi tubuh, yang pertama adalah ekstrak beef dan juga glazing agent yang biasa digunakan untuk memoles makanan tampak lebih bagus penampilannya. Kedua bahan ini mengandung zat aditif yang berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan, cacat pada janin bahkan kanker pada orang dewasa. Belum lama ini pihak berwenang di wilayah Hefei Cina menemukan praktek curang ini di beberapa pedagang makanan Noodle di wilayahnya








Kejadian ini ternyata juga berlaku dibeberapa kota lain di Cina di wilayaH Fujian, Shanghai, Anhui dan Jiangxi. Seperti dikutip Sekedar Share dari media setempat News163 menyebutkan sejak terbongkarnya beberapa praktek manipulasi daging sapi dari daging babi ini membuat banyak orang takut mengkonsumsi makanan terutama Noodle.

Perbedaan yang terlihat jelas antara daging babi dengan daging sapi adalah serat serat pada dagingnya, pada daging babi, serat daging agak halus tidak seperti pada daging sapi yang benar2 serat daging yang kokoh, mudah untuk dipotong. daging babi ketika di potong agak lebih sulit daripada memotong daging sapi, dan tampilan pada serat daging babi adalah lebih pucat kurang terlihat jelas serat serat dagingnya, tidak seperti daging sapi yang merona merahnya, serat2nya terlihat sangat jelas, dan ketika di rebus, daging babi akan berubah menjadi putih, dan sebaliknya daging sapi akan berubah warna menjadi keabu-abuan saat direbus dalam air panas, serta pada daging babi setelah direbus akan tampak lebih mulus seratnya dibandingkan daging sapi yang seratnya terlihat mengeriput setelah direbus.

Tentunya praktek curang seperti ini tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di Indonesia, oleh karenanya kita mesti waspada dalam mengkonsumsi makanan yang sehat juga halal. Pihak-pihak terkait seperti BPPOM mesti terlibat secara aktif dalam peran pengawasan makanan yang beredar di masyarakat luas.



0 comments:

Post a Comment