Foto Osama Tewas Yang Beredar Sudah Pernah Dirilis Tahun 2009

Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, tewas di sebuah rumah mewah di Kota Abbottabad, Pakistan. Media pun adu cepat mengabarkan kematian Osama lengkap dengan foto-fotonya. Foto Osama yang ditembak di bagian wajah lalu disiarkan pertama kali oleh sebuah stasiun televisi Pakistan dan dilansir media-media asing, termasuk sejumlah media di Indonesia. Namun, foto Osama itu ternyata palsu.

 Inilah Halaman yang pernah menampilkan foto palsu Osama tahun 2009, Link Halaman Thepeoplevoice

Foto yang beredar, Senin (2/5), memperlihatkan wajah mirip Osama yang dipenuhi darah. Matanya lebam, dengan luka tembak di atas mata kiri. Ternyata foto ini disebut dibuat dengan teknologi rekayasa gambar dengan software Photoshop. Dilansir dari situs The Telegraph, Selasa (2/5), foto jasad Osama dipastikan diambil dari salah satu foto dia sebelumnya. Luka-luka yang terdapat dari foto tersebut, diduga diambil dari foto seorang korban ledakan bom, yang tidak disebutkan identitasnya. Foto itu sudah beredar di themedialine.org pada 29 April 2009.

Kedua foto ini, Osama dan korban bom, digabungkan sedemikian rupa dengan Photoshop menjadi satu gambar utuh yang menampilkan jasad Osama dengan luka tembak. Hal ini bagi seorang yang lihai menggunakan Photoshop sangat mudah dilakukan.

Foto ini pertama kali beredar di stasiun televisi Express TV di Pakistan, kemudian dilansir sejumlah kantor berita terkemuka, termasuk Associated Press dan AFP. Tidak jelas siapa yang mengambil foto tersebut, namun dikatakan bahwa foto itu adalah foto jasad Osama bin Laden yang tewas di tangan pasukan khusus AS.

Proses edit Photoshop wajah Osama Tewas

Pemerintah AS sendiri belum mengeluarkan foto resmi jasad Osama kendati mengakui ada rencana untuk itu. Dengan tidak adanya foto-foto, apalagi jasadnya cepat-cepat dikuburkan di laut, banyak orang yang belum percaya bahwa Osama benar-benar sudah tiada. Pimpinan Taliban Pakistan, Waliur Rahman, bahkan mengklaim Osama masih hidup. “Aku tidak bertemu secara langsung dengan Syeikh Osama, namun saya dapat mengonfirmasikan dengan jelas kebenaran bahwa Syeikh Osama bin Laden masih hidup dan dalam keadaan baik,” ujar Waliur Rahman dalam statemen video yang diambil situs Arr­ahmah dari forum Islam Ansar.

Sebaliknya para pejabat AS yakin 99,9 persen bahwa tes DNA telah membuktikan pria yang tewas di Pakistan, adalah Osama bin Laden. Tim forensik, kata para pejabat AS itu, sebagaimana dilansir Daily Mail, telah membandingkan contoh-contoh forensik dari sesosok mayat yang tewas di sebuah tempat persembunyian di Pakistan dengan yang diambil dari otak adik perempuan Osama bin Laden yang meninggal di sebuah rumah sakit di Boston beberapa tahun lalu.

Foto-foto mayat itu juga telah diserahkan kepada para ahli pengenal wajah, yang kemudian membandingkannya dengan foto-foto yang tak terbantahkan sebelumnya dari pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu. Namun, begitu cepatnya hasil tes DNA untuk Bin Laden keluar telah menimbulkan banyak pertanyaan. Soalnya, proses pengangkutan sampel-sampel forensik ke laboratorium tempat profil DNA dites biasanya membutuhkan waktu, belum lagi proses pengujiannya sendiri.

Terkait keraguan itu, ada asumsi bahwa teknologi baru mungkin telah membuat proses tersebut dapat dipercepat dan sangat mungkin bahwa Amerika menyimpan profil DNA keluarga Bin Laden di sebuah pangkalan di Afganistan. Salah satu laporan yang muncul kemarin memang menyebutkan bahwa tes DNA telah dilakukan pada mayat yang masih segar.

Seorang pejabat AS juga mengatakan, seorang wanita yang diyakini salah seorang istri pria yang tewas itu telah mengonfirmasi bahwa lelaki yang tewas itu memang Osama bin Laden. Para pejabat AS akhirnya mengatakan, foto mayat dan sebuah video pemakaman mayat ke laut dapat segera dirilis untuk menjawab banyak keraguan bahwa Osama memang benar-benar telah tewas. “Kami akan melakukan apa saja yang dapat kami kerjakan guna memastikan tak seorang pun memiliki alasan untuk membantah bahwa kami mendapatkan Osama bin Laden,” kata Kepala Departemen Antiterorisme AS, John Brennan. “Oleh karena itu, rilis termasuk gambar, merupakan sesuatu yang harus dilakukan,” kata Brennan.

0 comments:

Post a Comment